Kingsglaive dan Impian Masa Kecil

Di sela-sela kuliah, teman saya tiba-tiba cerita kalau di internet ada orang yang mengira kalau film CG Kingsglaive: Final Fantasy XV diperankan oleh manusia beneran.

Saya ketawa dengernya. Grafik komputer zaman sekarang memang udah gila-gilaan perkembangannya. Di tangan perusahaan game Jepang Square Enix (SE), syukurlah, teknologi ini dimanfaatkan sebaik-baiknya. Saat menonton cuplikan Final Fantasy XV, saya selalu termenung memperhatikan betapa realistisnya tokoh-tokoh imajinasi ini bisa diwujudkan dalam gambar komputer. Dan, tak hanya itu, mereka juga jadi bisa menggambarkan konsep magic-nya (aneh ya kalau diterjemahkan jadi sihir) menjadi suatu fenomena yang bisa dilihat dengan jelas, dalam kualitas yang mirip dengan kehidupan nyata.

Apa bedanya dengan film yang dilengkapi CGI, kalau begitu? Film yang full dibuat dengan komputer berarti dibuat murni dari kanvas kosong. Ini berarti, kita bisa membuat dunia dalam bentuk bagaimanapun, tokoh dengan bentuk wajah yang kita gambar, dengan pakaian maupun peralatan berdesain super ribet yang tidak masuk akal kalau dibuat di kehidupan nyata. Tidak ada batasan untuk imajinasi!

FINAL FANTASY XV EPISODE DUSCAE_20150609185953
Pedang ini, misalnya. Desainnya detil banget, kan?

Namun, selain rasa kagum, ada hal lain yang saya rasakan: iri hati.

Melihat dunia bayangannya menjadi bentuk yang nyata, pembuat FF XV pasti girang setengah mati. Saya rasa itu adalah impian semua orang yang senang menggambar tokoh-tokoh sendiri (biasa disebut OC, original characters) dan mengarang ceritanya. Melihat buah karyanya hidup dan berjalan, dinikmati orang banyak.

Sejak senang bermain game ketika SD, saya sudah mencoba melakukan hal ini beberapa kali. Saya belajar menggambar, mulanya dengan pensil, lalu lama-lama saya belajar menggambar dengan komputer agar bisa terlihat seperti gambar-gambar yang saya lihat di media. Rapi dan tajam. Rupanya, mudah mencapai kualitas gambar seperti itu dengan komputer. Melakukannya melalui media gambar nondigital lebih sulit karena kita tidak bisa membuat kesalahan yang terlalu fatal. Pasti ujung-ujungnya gambarnya jadi rusak, dan harus diulang dari awal.

on_the___rooftop__by_n0wm3
OC (2007)

Setelah mendesain OC, saya memikirkan media apa yang paling cocok untuk mewujudkan cerita saya. Saya merasa tak cukup kalau dengan komik, karena saya mau melihat karakter saya dalam warna dan gerak. Menggambar dan mewarnai satu persatu panel rasanya tidak efektif. Kemudian saya mencoba membuat game dalam bentuk visual novel, tetapi ujung-ujungnya tidak selesai juga. Cerita saya sebenarnya juga belum rampung, sih. Dari dulu sampai sekarang tidak rampung-rampung juga. Setiap dipikirkan selalu ada bagian yang diralat atau ditambah.

boxudjadi
Dalam khayalan saya, saya berhasil men-develop game ini untuk PS3. (2011)

Percobaan ini terus berlangsung sampai kira-kira tahun 2014, saat saya kuliah tingkat 3. Mulai kuliah saja saya sudah jarang sekali menggambar, dan saya melanjutkan “proyek” saya itu pun hanya karena saya tak rela ide itu dibiarkan begitu saja di dalam otak.

Saya berjuang sampai titik penghabisan, tapi yang saya dapat hanya kelelahan dan hasil yang biasa-biasa saja. Waktu SMA, saya bisa menggambar di kelas tanpa berhenti. Selesai satu, buat lagi yang lain. Tapi semenjak kuliah, benak saya miskin ide karena jarang digunakan untuk berkreasi. Gambar yang saya buat itu-itu saja. Lama-lama, saya pun jadi tidak semangat menggambar karena sudah tidak ada ide (Padahal, sebenarnya, kalau mau ngegambar mah ngegambar aja… gak usah kebanyakan mikir!).

fantasy_of_a_wanderer___nostalghia_oa_by_n0wm3-d6h1h5a
Potret OC (2013)

Setelah mencoba menjalani proses pembuatan karya, saya menyadari satu hal yang penting: berjuang sebagai pekerja kreatif itu susah. Butuh dedikasi dan kerja keras seperti pekerjaan lainnya. Kalau mau nyambi, pekerjaan ini butuh komitmen tinggi. Jangan dikira pekerjaan membuat-buat sesuatu yang kita senangi itu pure menyenangkan. Bagi mereka yang berhasil melakukannya, mungkin sudah takdirnya mereka diberikan jalan untuk menyampaikan ide mereka pada dunia luar.

Kebetulan, saya diberi jalan di fakultas kedokteran. Kadang saya bingung kenapa saya diterima, tapi mungkin itu memang jalan dari Tuhan. Tidak semua yang kita inginkan bisa terkabul, termasuk impian kecil yang sudah mati-matian kita kejar. Tapi saya percaya Tuhan mempersiapkan sesuatu yang lebih cocok dan lebih baik untuk kita. Asal kita ikhlas menjalani hidup yang sudah diberikan.

Tunggu. Kenapa tiba-tiba jadi curhat, ya?

Yo wis, daripada omongan saya makin kemana-mana, saya sudahi saja post kali ini dengan trailer Kingsglaive yang keren abis. Enjoy!

*Tambahan: cover art FF XV juga keren abis.

anjaay

FinalFantasyXV-1

Advertisements

Tinggalkan komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s